METODE PSIKOTERAPI SEBAGAI ALTERNATIF PENANGANAN MASALAH PSIKOLOGI ANAK BROKEN HOME




PENDAHULUAN
Di dalam suatu keluarga tidak jarang  terjadi suatu perselisihan dan keributan, hal ini dirasa cukup wajar terjadi. Perbedaan pendapat dan perselisihan terjadi di dalam keluarga karena dalam sebuah keluarga terdapat beberapa kepala dengan pemikiran yang berbeda-bedapun sering terjadi kerusakan karena adanya sikap emosional antara sesama anggota keluarga. Keluarga Broken   Home biasanya  digunakan  untuk  menggambarkan  keluarga   yang  berantakan  akibat orang tua yang tidak keharmonisan dalam keluarga lagi peduli dengan situasi dan keadaan keluarga di rumah. Orang tua tidak lagi perhatian terhadap anak-anaknya, baik   masalah   di   rumah,   sekolah   sampai   pada   perkembangan   pergaulan   di masyarakat.  Namun broken  home juga  bisa  diartikan  dengan  kondisi  keluarga yang tidak harmonis dan tidak berjalan layaknya keluarga yang rukun, damai dan sejahtera  karena  sering  terjadi  keributan  serta  perselisihan  yang  menyebabkan pertengkaran  dan  berakhir  pada  perceraian  dan akan  sangat  berdampak  kepada anak-anaknya khususnya  remaja.
     Psikologis  anak  yang   berasal   dari   keluarga broken  home juga  mengalami  perubahan.  Sikap  anak broken  home dengan  anak yang  berasal  dari  keluarga  utuh  bisa  saja  berbeda  karena  kurangnya  komunikasi, perhatian  dan  bimbingan  dari  kedua  orang  tua.  Kurangnya  komunikasi  antara orang  tua  dan  anak  dapat  mempengaruhi  perubahan  sikap  anak  baik  dalam keluarga, teman-teman maupun lingkungannya.
PEMBAHASAN
                   I.            Broken Home 
Broken Home atau keluarga tak utuh adalah kondisi dimana keluarga mengalami perpecahan atau adanya kesenjangan dalam rumah tangga, entah itu berawal dari cekcok kedua orang tua, perselingkuhan, bahkan perkelahian yang berakibat putusnya tali yang dirangkai keluarga atau perceraian. Dalam kondisi ini, terutama bagi si anak seakan melihat dunia runtuh tepat dihadapannya, karena hilangnya cinta dan kasih sayang kedua orang tuanya hingga mengakibatkan trauma psikologi yang cukup fatal dan membekas dalam dirinya. Betapa tidak, Ia merasa bahwa apa yang selama ini dimiliki setiap individu begitu saja hilang dalam sekejap dan sulit untuk disembuhkan. 
                II.            Kondisi Psikologi anak broken home
1. Merasa tidak aman.
2. Merasa tidak diinginkan atau ditolak oleh orang tuannya yang pergi.
3. Marah Sedih dan kesepian.
4. Merasa kehilangan, merasa sendiri, menyalahkan diri sendiri sendiri sebagai penyebab orangtua bercerai.

             III.            PSIKOTERAPI
Psikoterapi adalah suatu interaksi sistematis antara klien dan terapis yang menggunakan prinsip-psinsip psikologis untuk membantu menghasilkan perubahan dalam tingkah laku, pikiran dan perasaan klien supaya membantu klien mengatasi tingkah laku abnormal dan memecahkan masalah-masalah dalam hidup atau berkembang sebagai seorang individu. Dalam psikoterapi terdiri atas beberapa metode yang digunakan untuk mengobati perilaku abnormal. Sebagian metode tersebut difokuskan untuk membantu individu dalam mendapatkan suatu pemahamannya tentang penyebab masalah.
Macam-macam Psikoterapis
Ada tiga kelompok profesional yang anggota-anggotanya mendapat pendidikan dan pengalaman dalam psikoterapi, yaitu psikolog klinis, psikiater, dan pekerja social psikiatri.

1. Psikolog klinis
Seorang psikolog klinis adalah yang telah mendapatkan gelar master. Psikolog banyak menggunakan bermacam-macam teknik untuk mendiagnosis masalah-masalah psikologis. Psikolog menggunakan psikoterapi untuk menangani masalah-masalah ini
2. Psikiater
Psikiater adalah dokter yang mendapat spesialisasi dibidang psikiatri untuk menangani gangguan-gangguan mental
3. Pekerja sosial psikiatri
Pekerja sosial mendapat gelar master atau dokter dalam karya sosial. Banyak pekerja sosial psikiatri berspesialisasi dalam terapi perkawinan atau keluarga.
 Jenis-jenis Psikoterapis
1.    Psikoanalisis
Teori psikoanalitik tentang kepribadian menyatakan bahwa setiap individu terdapat kekuatan-kekuatan yang saling berlawanan (id, ego, dan superego) yang menyebabkan konflik internal tidak terhindarkan. Freud percaya bahwa gangguan psikologi disebabkan oleh konflik tersebut, yang bisasnya berawal pada masa anak-anak dini, di mana individu tidak menyadarinya; impuls dari emosi yang terlibat telah direpresi ke bawah sadar.
Konflik bawah sadar antara impuls agresif dan seksual dari id dan larangan-larangan yang dikeluarkan oleh ego dan superego dianggap Freud sebagai yang paling penting untuk tindakan maladaptif selanjutnya.
Asumsi penting dari psikoanalisis adalah bahwa masalah yang dialami seseorang pada saat ini tidak dapat dipecahkan dengan baik tanpa memahami sepenuhnya dasar bawah sadarnya dalam hubungan awal dengan orangtua dan saudara kandungnya. Tujuan psikoanalisis adalah mengangkat konflik (emosi dan motif yang direpresi) ke kesadaran sehingga dapat ditangani dengan cara yang lebih rasional dan realistik.

2.    Terapi Psikoanalitik atau Terapi Psikodinamik
Mereka memiliki kesamaam pandangan bahwa gangguan mental berakar dari konflik dan ketakutan bahwa sadar. Ahli analisis ego (seperti Karen horney dan Heinz hartman) memberikan penekanan yang lebih besar pada peranan ego yang rasional dan pemecah masalah dalam mengarahkan perilaku dan dengan demikian memberikan penekanan yang lebih lemah pada peranan dorongan seksual dan agresif bawah sadar.
Tetapi yang masih penting adalah keyakinan ahli terapi psikoanalitik bahwa motif dan ketakutan bawah sadar adalah inti dari sebagian besar masalah emosional dan bahwa tillikan serta proses working through adalah penting untuk menyembuhkan (Auld dan Hyman, 1991)
Terapi psikoanalitik biasanya lebih singkat, lebih flekibel, dan tidak terlalu intensif. Sesi dijadwalkan lebih jarang, biasanya satu kali dalam setiap minggunya. Terdapat penekanan yang lebih lemah pada rekonstruksi lengkap masa anak-anak dan lebih diperhatikan masalah yang ditimbulkan dari cara individu sekarang berinteraksi dengan orang lain.
3.    Terapi Perilaku
Terapi perilaku didasarkan pada prinsip belajar dan pengkondisian, ahli terapi perilaku berpendapat bahwa perilaku maladaptif merupakan cara yang dipelajari untuk mengatasi stress dan sebagian teknik yang dikembangkan dalam penelitian ekspetrimental tentang belajar dapat digunakan untuk mengganti respons yang lebih tepat. Ahli terapi menyatakan bahwa, walaupun pencapaian tilikan adalah tujuan yang penting, tetepi hal ini tidak menjamin perubahan perilaku.
4.    Terapi Perilaku Kognitif
Terapi kognitif perilaku adalah istilah umum untuk metode terapi yang menggunakan teknik modifikasi perilaku tetapi juga memasukkan prosedur yang dirancang untuk merubah keyakinan maladaptif. Ahli terapi mencoba membantu orang yang mengembalikan emosional yang mengganggu, seperti kecemasan dan depresi, dengan mengajarkan mereka cara yang lebih efektif untuk menginterpretasikan dan memikirkan pengalaman mereka. Kompone perilaku dari terapi menjadi peranan jika ahli terapi mendorong klien untuk membentuk jalan alternatif menguji implikasinya.
5.    Terapi Humanistik
Terapi humanistik menekankan kecenderungan alami individu ke arah pertumbuahan dan aktualisasi dini. Terapi humanistik membantu orang mengenali diri mereka yang sesungguhnya dan membuang keputusannya sendiri tentang kehidupan dan perilaku mereka. Tujuan terapi hunistik adalah mempermudah eksplorasi pikiran dan perasaan individu itu sendiri dan membantu individu sampai pada pemecahannya sendiri

  Proses Psikoterapi
Psikoterapi harus diawali dengan melakukan perkenalan personal. Tujuannya adalah terciptanya rapport atau hubungan yang akrab dan saling merasa nyaman. Hal ini penting, karena umumnya klien datang dengan perasaan agak canggung atau malu. Setelah komunikasi terjalin lancar, kemudian psikoterapi dimulai. Berikut ini empat tahapan yang umum dilalui pada sesi pertama atau pertemuan pertama psikoterapi.

1.    Analisa Masalah ( Assesment)
Terapis diawali dengan meminta, klien untuk bercerita mengenai masalahnya dan kemudian terapi mengajak klien untuk “membedah” masalah tersebut dari sudut pandang psikologis. Tujuan analisa masalah adalah terapis dan klien memahami secara pasti apa yang sebenernya menjadi masalah klien. Sering kali terjadi, apa yang dianggap klien sebagai masalah utama, sebenarnya hanyalah akibat dari suatu masalah yang tidak di sadari.

2. Menentukan Tujuan Psikoterapi
Setelah masalah diketahui secara jelas, maka selanjutnya adalah menentukan tujuan dari terapi. Terapis akan memandu klien untuk menentukan target, hasil atau outcome dari proses terapi yang akan klien jalani. Tujuan haruslah spesifik dan jelas supaya proses psikoterapi terarah dan terapis bisa menentukan metode terapi apa yang akan digunakan untuk mengatasi masalah Anda. Bisa jadi saya hanya menggunakan satu metode terapi atau gabungan beberapa metode psikoterapi.

3. Penerapan Metode Psikoterapi
Dalam psikoterapi modern ada banyak metode psikoterapi yang bisa digunakan. Beberapa metode psikoterapi yang sering digunakan adalah Trance Psychotherapy, Behavioural Therapy, Cognitive Behavioural Psychotherapy, Neuro Linguistic Programming, Psychoanalysis, Forgiveness Therapy, Ego State Therapy, Emotional Freedom Technique dan masih banyak lagi
             IV.            Upaya penanganan Psikologi anak broken home dengan metode psikoterapi
Bagi anak-anak mempunyai keluarga yang utuh adalah hal yang sangat membahagiakan. Mereka tidak pernah membayangkan bahwa akan mengalami sebuah perceraian dalam keluarganya. Keadaan psikologi anak akan sangat terguncang karena adanya perceraian dalam keluarga. Mereka akan sangat terpukul, kehilangan harapan, dan cenderung menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi pada keluarganya. Sangat sulit menemukan cara agar anak-anak merasa terbantu dalam menghadapi masa-masa sulit karena perceraian orangtuanya. Sekalipun ayah atau ibu berusaha memberikan yang terbaik yang mereka bisa, segala yang baik tersebut tetap tidak dapat menghilangkan kegundahan hati anak-anaknya.

Beberapa psikolog menyatakan bahwa bantuan yang paling penting yang dapat diberikan oleh orangtua yang bercerai adalah mencoba menenteramkan hati dan meyakinkan anak-anak bahwa mereka tidak bersalah. Yakinkan bahwa mereka tidak perlu merasa harus ikut bertanggung jawab atas perceraian orangtuanya. Hal lain yang perlu dilakukan oleh orangtua yang akan bercerai adalah membantu anak-anak untuk menyesuaikan diri dengan tetap menjalankan kegiatan-kegiatan rutin di rumah. Jangan memaksa anak-anak untuk memihak salah satu pihak yang sedang cekcok, dan jangan sekali-sekali melibatkan mereka dalam proses perceraian tersebut.  Hal lain yang dapat membantu anak-anak adalah mencarikan orang dewasa lain seperti bibi atau paman, yang untuk sementara dapat mengisi kekosongan hati mereka setelah ditinggal ayah atau ibunya. Maksudnya, supaya anak-anak merasa mendapatkan topangan yang memperkuat mereka dalam mencari figur pengganti ayah ibu yang tidak lagi hadir seperti ketika belum ada perceraian

 1.      Memberi Perhatian yang Lebih
Yaitu dengan mencoba menanyakan hal apa yang sedang ia lakukan, atau peristiwa apa yang pernah ia lakukan bersama teman ataupun keluarga?
2.      Memberi Pengertian Kepada Lingkungan (keluarga atau sekolah)
Berikan pengertian kepada lingkungan dimana ia tinggal sehari-hari. Contohnya pada lingkungan sekolah.
 3. Pendekatan Humanistik
Teori psikologi humanistik merupakan aliran yang berkembang setelah adannya aliran behaviorisme dan psikoanalisis. Salah satu tokoh yang ada dalam psikologi humanistis adalah Abraham Maslow. Kita mungkin juga sudah familiar sekali dengan teori kebutuhan menurut Maslow ini umumnya masuk kedalam psikologi humanistis.
Dimana jenis psikologi ini tidak hanya melihat pasien yang memiliki mental illness, namun juga mereka yang membutuhkan dukungan dan juga mempertahankan mereka yang tidak terkena mental illness untuk bisa bertahan menghadapi masalah atau tekanan.
4. Peningkatan harga diri anak
Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk membantu anak keluarga broken home adalah dengan meningkatkan harga dirinya. Teknik modeling simbolis merupakan salah satu metode yang sering digunakan dalam terapi kognitif-sosial, tujuannya adalah untuk memperbaiki regulasi self, melalui pengubahan tingkah laku dan mempertahankan perubahan tingkah laku yang terjadi.
  
PENUTUP
Keluarga sangatlah penting bagi perkembangan anak pada masa-masa yang mendatang, baik secara psikologis maupun secara fisik. Selain itu keluarga juga sebagai tempat untuk berlindung, dan memperoleh kasih sayang. Namun, bagaimana jika peran keluarga sebagai pelindung, dan tempat memperoleh kasih sayang itu tidak berfungsi dengan sebagaimana mestinya? Tanpa keluarga anak akan merasa sendiri, dan tidak ada tempat untuk berlindung. Kemana mereka harus pergi jika tempat perlindungan saja mereka tidak punya? Apa mereka harus mencari perlindungan dijalan? Tidak! Anak adalah generasi penerus yang seharusnya di jaga dengan baik, oleh karena itu orang tua harus menjaga anak-anak mereka sebagaimana mestinya peran orangtua. Dan perceraian bukanlah jalan untuk menyelesaikan masalah. Perceraian adalah penerus masalah selanjutnya. Orangtua harus memilih antara ego mereka masing-masing atau masa depan anak mereka. Dengan Hasil penelitian ini  diharapkan akan dapat membantu dalam penanganan masalah psikologi anak broken home dengan menggunakan metode psikoterapi sebagai metode alternatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sehat itu Murah

Kesehatan Wanita