Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Blue Gaz, awal Desember 2018 Naik?

Hari ini, Kamis, 22 November 2018. Seharian badan lelah, berkutat dengan tugas yang tak pernah susut. Alhamdulillah, dengan seteguk air putih menyapu kerongkongan, menghapus dahaga seharian, selepas adzan Maghrib. Siang tadi, sepulang kerja, buru-buru ke penjual Blue Gaz, karena semalaman tabung gas kami kosong mendadak (eh, betul mendadak karena tidak ada jarum indikatornya), padahal sayur masakan istri masih belum mendidih. Untung punya otak Mc Gyver, sayuran kami pindahkan ke panci masak magic com, tombol masak ditekan, sim salabim, matang. Agak kaget baca selembar pamflet, yang ditempel di pagar Pak Fauzan, penjual Blue Gaz langgananku, bahwa mulai 1 Desember akan naik. (Gaji baru naik Januari, ini gas mau naik mulai bulan Desember??). Untuk memastikan kebenarannya, saya tanya ke Denis, anak Pak Fauzan, yang melayani saya menukar tabung Blue Gaz kosong dengan yang ada isinya. Katanya, "benar, blue gas memang akan naik". "Perkiraannya naik berapa Mas?". ...

Sehat itu Murah

Saya percaya sakit itu banyak berasal dari pikiran yang sakit. Jika pikiran dan jiwa kita sehat, badan kita akan sehat. Logika " di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang sehat" menurut saya terbalik. Jiwa dan pikiran yang sehat akan membuat raga menjadi sehat. Saya tidak akan membuat data pembanding melalui hasil kajian ilmiah sebagai referensi, namun saya akan menggunakan referensi badan sendiri. Mudah-mudahan kajian ini relevan untuk digunakan pada tubuh orang lain. Saya beri judul tulisan ini, sehat itu murah. Kelihatannya "anti mainstream" judul tulisan ini, karena dalam mindset orang kebanyakan berlaku konsep "sehat itu mahal". Sehat itu menjadi mahal ketika seseorang sudah mengalami sakit. Biaya berobat mahal. " Kan ada BPJS, kenapa harus mahal?" Banyak orang tidak sabar dengan pelayanan kesehatan melalui BPJS karena sering harus antri, dan kualitas obat yang diberikan dianggap masyarakat sebagai obat kelas dua. Kondisi seperti itu ...